NDUGA - Di jantung pedalaman Nduga yang terpencil, di mana akses terhadap layanan kesehatan ibarat mimpi di siang bolong, hadir secercah harapan. Satgas Yonif 300/Brajawijaya, dengan semangat kemanusiaan yang membara, tak gentar menembus keterbatasan untuk menyentuh langsung kehidupan warga Kampung Mumugu, Distrik Kenyam. Pada Selasa (14/4/2026), kehangatan kepedulian terpancar melalui gelaran bakti kesehatan yang disambut meriah oleh masyarakat setempat.
Sorot mata penuh harap terpancar dari wajah-wajah warga Mumugu saat mereka berbondong-bondong antre memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah yang menjadi indikator awal kesehatan, konsultasi mendalam dengan para medis, hingga penanganan luka ringan, semuanya diberikan dengan tulus.
Tak berhenti di satu titik, tim kesehatan Satgas yang beranggotakan personel dari Titik Kuat Batas Batu ini menunjukkan dedikasi luar biasa. Dengan pendekatan personal yang humanis, mereka tak ragu menyambangi setiap rumah. Tujuannya mulia: memastikan tak ada satu pun lapisan masyarakat yang terlewat, terutama para lansia yang rentan dan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Pelayanan medis yang merata menjadi prioritas utama.
Pasiter Satgas Yonif 300/Brajawijaya, Kapten Inf Hartono, dengan tegas menyampaikan esensi dari kegiatan ini.
"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemberian obat-obatan dan vitamin secara gratis diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh warga, " kata Kapten Inf Hartono.
Ia menambahkan, tantangan akses kesehatan di wilayah pedalaman Papua adalah perhatian serius bagi TNI.
"Menurutnya, keterbatasan akses fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman menjadi perhatian serius, sehingga kehadiran Satgas diharapkan mampu menjadi solusi sementara bagi kebutuhan medis masyarakat, " jelas Kapten Inf Hartono.
Lebih dari sekadar memberikan layanan medis, interaksi hangat antara prajurit TNI dan warga Mumugu telah menorehkan jejak emosional yang mendalam. Jabat tangan erat, senyum tulus, dan percakapan ringan telah membangun jembatan kepercayaan yang kokoh di tengah masyarakat.
Tak heran, apresiasi mengalir deras dari warga Kampung Mumugu. Mereka mengakui betapa berharganya kehadiran Satgas, terutama dalam menyediakan akses kesehatan yang selama ini sulit terjangkau.
Melalui aksi nyata ini, Satgas Yonif 300/Brajawijaya tidak hanya menjalankan amanah tugas pengamanan wilayah, tetapi juga membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kemanunggalan TNI dan rakyat di tanah Papua semakin terasa erat, terjalin dalam setiap denyut nadi kepedulian yang mereka hadirkan. (*)
